Prolog
"Halo? Doyie?"
Aku terdiam, suara yang terdengar dari ponsel yang aku arahkan ke telinga mendadak membuat sekeliling ku sunyi. Bukan ini yang ku harapkan, sudah hampir setahun suara ini tidak pernah ku dengar, suara yang dahulu akrab namun kini terdengar asing, itu suara Haruto.
"Doyie?"
Ini bukan halusinasi, suara itu nyata. Seharusnya aku menghubungi orang rumah untuk menjemput ku di halte, tapi sialnya aku tidak sengaja malah menghubungi nomor Haruto yang berada di dial 1. Aku mengumpulkan keberanian, mengerahkan segala tenaga untuk mengeluarkan suara yang sedari tadi tersendat di tenggorokan,
"Haru?"
Suaraku parau, bahkan hampir tidak terdengar, dadaku bergemuruh, ada dua kemungkinan saat ini, panggilan ku ditanggapi atau kenyataan mulai kembali.
"Iya? Kenapa sayang?"
Aku terduduk lemas di kursi halte, menangis tersedu-sedu dan membuat orang sekitar memandang pilu, jika ini adalah mimpi tolong jangan bangunkan aku. Namun suara di ujung sana kembali menyadarkanku,
"Kamu nangis? Doyie aku bingung harus gimana karena lagi gak di sana sekarang..."
Aku pun berharap begitu, aku harap Haru masih di Jepang menyelesaikan studi bersama para sahabatnya, namun kenyataannya Haru sudah meninggal satu tahun lalu.
...
halooo, another harubby hahaha. tadinya mau pake cast lain tapi harubby cocok banget sama genre kaya gini menurutku. akan diupdate berkala tapiiii tunggu buku satunya selesai yaa~
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com