Chapter 8
Saat ini Li Lun dan Ye Dingzhi beserta Pei Si Heng sedang berjalan entah kemana.
Jangan tanya mau kemana pasalnya Ye Dingzhi dan Pei Si Heng hanya mengikuti langkah kaki Li Lun yang entah akan pergi ke mana.
" Li Lun sebenarnya kita mau kemana hah. Kita sudah hampir berjalan 1 jam tapi tidak jelas mau pergi ke mana" tanya Ye Dingzhi yang mulai kesal.
Li Lun tidak menjawab pertanyaan tersebut dirinya malah dengan santai mendudukkan tubuhnya ke tanah , yang membuat Ye Dingzhi dan Pei Si Heng melongo sendiri.
" Aku juga tidak tahu Yun ge. Aku hanya mengikuti arah angin" celetuk Li Lun tanpa dosa.
Ye Dingzhi dan Pei Si Heng hanya mampu menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan itu.
Memang dasarnya Li Lun adalah orang yang menguji kesabaran orang lain.
Tiba-tiba pemuda cantik itu berdiri begitu saja membuat Ye Dingzhi dan Pei Si Heng terkejut ketika melihat Li Lun yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua.
" Ada apa Li Lun Gege " tanya Pei Si Heng.
Li Lun tidak menjawab pertanyaan tersebut dirinya malah tersenyum manis membuat Ye Dingzhi khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Li Lun.
" Yun ge aku lapar. Ayo kita tangkap ikan " celetuk Li Lun kemudian berjalan menuju sungai.
Ye Dingzhi dan Pei Si Heng saling berpandangan dengan bingung. Mereka berdua kemudian mengikuti Li Lun yang sudah berjongkok di depan sungai.
" Hei aku akan membakar mu setelah ini" girang Li Lun saat sudah mendapatkan seekor ikan yang cukup besar.
Pei Si Heng yang melihat kejadian itu panik sendiri. Bukan karena takut dengan Li Lun tapi khawatir dengan ikan yang dipegang oleh Li Lun.
" Tunggu dulu Li Lun Gege. Ikan yang kau pegang itu seekor siluman " panik Pei Si Heng.
Ye Dingzhi yang mendengar perkataan itu pun langsung mendekati Li Lun dan melepaskan ikan yang ada ditangan Li Lun.
Dan benar saja ikan itu berubah menjadi sosok manusia yang memiliki wajah yang cukup tampan.
Pei Si Heng mengenal siluman ikan itu. Ran Yi siluman yang dulu hampir dibunuh oleh Zhu Yan tapi diselamatkan oleh nona Qi.
" Astaga apa yang ingin kalian lakukan tadi hah" marah Ran Yi.
Sedangkan Li Lun yang melihat ikan digenggaman tangan nya sudah lepas. Menatap tajam ke arah tiga orang yang ada di hadapannya.
Mereka bertiga yang ditatap tajam oleh Li Lun mulai was-was karena mereka tahu Li Lun sedang marah saat ini.
" Huh KALIAN BERTIGA GANTI IKAN KU SEKARANG. KALAU TIDAK KAU SILUMAN IKAN AKAN AKU JADIKAN IKAN BAKAR" teriak Li Lun murka.
Glek
Mereka bertiga panik sendiri melihat Li Lun yang sudah tantrum. Apalagi Ran Yi yang khawatir jika dirinya benar-benar akan dijadikan ikan bakar oleh Li Lun.
Li Lun sudah mengambil pedang milik Ye Dingzhi dan mengarahkannya pada Ran Yi yang sudah panik.
" Hey Li Lun aku kan siluman masa siluman makan siluman" panik Ran Yi saat Li Lun mendekat ke arahnya.
" Bodo amat. Aku tidak perduli ganti ikan ku atau kau aku jadikan Ikan bakar dan kalian berdua aku jadikan umpan beruang" tunjuk Li Lun kearah Ye Dingzhi dan Pei Si Heng.
" Baik-baik kami ganti sekarang kau tunggu sebentar ya. Turunkan pedang mu A Li" rayu Ye Dingzhi yang sebenarnya sangat panik.
Garis bawahi Li Lun itu kalau sudah marah akan sangat menakutkan dan Ye Dingzhi tidak mau melihat hal tersebut.
Li Lun akhirnya menurunkan pedangnya dan duduk di tanah bersandar pada pohon sembari menatap tajam ke tiga orang itu.
" Baiklah sekarang Gege cari ikan nya. Kau jangan kemana-mana " ucap Ye Dingzhi menyeret Ran Yi dan Pei Si Heng untuk mencari ikan .
Sedangkan Li Lun yang ditinggal kan sendirian menghela nafas panjang. Sebenarnya dirinya tidak suka marah-marah.
Tapi ketiga orang itu malah membuatnya kesal karena mengambil ikan nya. Apalagi saat ini Li Lun sedang lapar.
Pemuda cantik itu tiba-tiba melihat sebuah cahaya emas di kejauhan. Tentu saja membuat Li Lun penasaran.
Akhirnya dirinya meninggalkan pohon itu melupakan nasihat Ye Dingzhi yang menyuruh nya untuk tidak kemana-mana.
Sedangkan Ye Dingzhi dan Pei Si Heng serta Ran Yi menggerutu karena malam-malam disuruh untuk menangkap ikan.
Gelap-gelapan pula untung saja Ran Yi bisa membuat sedikit cahaya menggunakan kekuatan nya jadinya mereka sedikit terbantu.
" Yun ge kenapa kita harus menuruti perintah dari Li Lun Gege sih" tanya Pei Si Heng yang sudah basah-basahan karena masuk ke dalam sungai.
" Lalu kau ingin dijadikan umpan oleh Li Lun. Kau tidak tahu saja dia bisa lebih mengerikan lagi jika sudah lapar" balas Ye Dingzhi yang juga sudah basah kuyup.
Sedangkan Ran Yi sedang duduk santai dipinggir sungai tanpa melakukan apapun membuat Ye Dingzhi dan Pei Si Heng kesal sendiri.
" Hey Ran Yi apakah kau tidak mau membantu kami sama sekali" tanya Ye Dingzhi kesal..
" Untuk apa aku melakukan hal itu. Lagipula aku tidak ada hubungannya dengan urusan kalian" balas Ran Yi cuek.
" Kalau begitu bersiaplah kau akan dijadikan ikan bakar oleh Li Lun Gege Ran Yi" balas Pei Si Heng.
Wajah Ran Yi seketika pucat pasi tentu saja dirinya takut jika sampai Li Lun benar-benar akan menjadikannya ikan bakar.
Dirinya langsung menggunakan kekuatan nya secara buru-buru hingga membuat banyak ikan berterbangan keluar dari sungai.
Ye Dingzhi dan Pei Si Heng sampai melongo dengan kekuatan Ran Yi. Kalau begini mereka tidak perlu lama-lama untuk mencari ikan.
" Seharusnya kau lakukan dari tadi. Jadinya aku tidak perlu basah kuyup" gerutu Ye Dingzhi keluar dari air.
Sedangkan Pei Si Heng hanya diam saja. Dirinya sibuk mengumpulkan ikan untuk mereka bawa.
Hanya separuh saja karena mereka bertiga tidak mampu untuk membawa semuanya. Dan yang lainnya mereka lepaskan kembali ke sungai.
" Aku harap Li Lun tidak melakukan apapun yang akan membuatku pusing sendiri" gumam Ye Dingzhi khawatir.
Mereka bertiga berjalan menuju ke tempat Li Lun tadi duduk untuk beristirahat. Seketika ikan di tangan Ye Dingzhi terjatuh begitu saja ketika tidak melihat Li Lun dimanapun.
" Lho Li Lun Gege kemana" tanya Pei Si Heng panik.
" Astaga anak itu. Aku suruh duduk diam malah menghilang entah kemana" Ye Dingzhi mendesah frustasi.
"Aku rasa Li Lun belum jauh . Aku masih bisa merasakan energi spiritual nya" ucap Ran Yi.
" Kalau begitu lebih baik kita susul Li Lun sekarang. Takutnya anak itu membuat masalah untuk orang lain " ucap Ye Dingzhi.
Mereka bertiga segera pergi ke tempat dimana energi spiritual Li Lun terasa. Harap-harap saja pemuda cantik plus manis itu tidak membuat orang lain pusing tujuh keliling.
Sedangkan disisi Li Lun tidak ada yang tahu kalau pemuda polos itu sedang berdebat dengan A Fei yang notabene adalah siluman sapi.
Tbc ..
Doakan saja agar A Fei nggak dimakan Ama Li Lun. Yang lagi tantrum 🤣🤣🤣🤣.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com