Truyen2U.Net quay lại rồi đây! Các bạn truy cập Truyen2U.Com. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

All About us


"pergi! jangan dekati aku! pergi kamu pergi!" usir seorang lelaki tersebut.

"hei... tenanglah devo tenang" ucap melati menenangkan seorang lelaki bernama devo itu.

"pergi! pergi... hiks... menjauhlah dariku hiks" ucap devo yang mulai terlelap karena obat bius yang disuntikan oleh dokter.

"dia sudah tenang sekarang melati, sebaiknya kamu jangan berada di dekatnya dulu. karena kemungkinan dia akan mengalami trauma itu kembali," jelas dokter yang menangani devo

"lalu apa yang harus aku lakukan untuk kesembuhannya dok?"

"hanya diri dia sendiri yang bisa menyembuhkannya, namun kamu bisa memberikan semangat untuk kesembuhannya,"

"baik dokter, terima kasih,"

"sama-sama, kalau begitu saya pamit pulang dulu,"

"sekali lagi terima kasih dok, hati-hati di jalan"

~ all about us ~

hari pertama

"devo makan dulu dari tadi pagi kamu belum makan vo," ucap melati yang sedang berada di dapur

"aku sudah kenyang," ucap devo datar

"tapi kamu kan belum memakan apapun dari pagi devo, please kamu makan ya, aku suapin kamu dan tidak ada penolakan,"

"dasar pemaksa,"

"aku masih dengar loh devo," ucap melati yang sedang mengambil makanan

"bawel,"

"devo ih aku ga bawel, a buka mulut nya pesawat mau masuk,"

"saya bukan anak kecil melati,"

"kalau bukan anak kecil kenapa disuruh makan aja susah?"

"karena saya tidak nafsu makan"

"tapi kamu harus makan, udah kurus kering begitu masih ga mau makan, giliran sakit ngerengek kayak anak kecil, nyebelin," sindir melati

"yaudah sini mana makanannya biar aku makan, enak aja aku dibilang anak kecil, kamu tuh yang kayak anak kecil,"

"biarin aku kayak anak kecil daripada kamu dewasa tapi kelakuannya kayak anak kecil huh,"

~ all about us~

hari kedua

hari ini aku yakin aku bisa membuat dia kembali seperti sedia kala. apapun halangannya aku akan tetap berusaha untuk menyakinkan dia bahwa dia itu bisa sembuh. aku ingin dia yang ceria, aku ingin dia yang selalu bersemangat, aku tak mau dia terlalu larut akan kesedihan.

seperti biasa hari ini aku akan ke apartemennya devo, untuk mengajaknya ke taman. namun di saat perjalanan menuju apartemen devo ponselku berbunyi dan aku melihat notifikasi chat dari dia.

"melati, kamu sudah dijalan?"

segera aku membalasnya"iya ini lagi dijalan, kenapa?"

tak butuh waktu yang lama devo membalasnya

"sebaiknya kamu tidak usah datang sekarang"

"kenapa?"

"aku ingin sendiri"

"tapi ini sudah deket devo"

"yasudah kau putar balik saja"

"tidak"

"aku tidak mau mendengar penolakan melati"

"hei! itu kata-kataku, tidak bisa kamu harus keluar dari apartemenmu itu emangnya kamu mau menjadi orang yang kudet hah?"

"sekalinya tidak ya tidak"

"tidak bisa, aku sudah berada di depan apartemenmu sekarang, cepat buka kan aku pintu, aku lelah menunggu di sini"

akhirnya devo membukakan pintu untuk melati.

"sudah ku bilang aku tidak mau diganggu melati"

"tapi hari ini sangat bagus sayang untuk dilewatkan devo"

"tidak mau, sana kamu pergi, aku tidak menerima tamu saat ini"

"ayolah devo, kalau kamu tidak mau keluar dari apartemen ini aku akan menarik kamu keluar dari sini,"

"coba saja kalau berani"

"baik, kalau kamu menantangku devo, lihat saja,"

***

"ternyata kamu ganas sekali ya melati," ucap devo datar

"aku kan sudah bilang jangan main-main denganku, lihat dev tamannya indah sekali," ucap melati yang menganggumi indahnya taman. ya taman saat ini mereka sedang berada di taman setelah berkali-kali melati mencoba menyakinkan bahwa berada di taman sangatlah menyenangkan.

"hmm... ya terserah kamu saja melati,"

"bagaimana kalau kita duduk di bawah pohon itu ? kebetulan aku membawa alas untuk kita duduk di bawahnya,"

"hmm..."

Nnamun saat mereka menuju pohon yang teduh itu tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sontak mereka langsung berlari menuju mobil devo.

"ini yang kamu bilang hari yang sangat bagus sayang untuk dilewatkan?"

"aku tidak tau kalau hari ini akan hujan devo"

"hmm... yasudah sebaiknya kita kembali ke apartemenku untuk menghangatkan diri kita masing-masing"

"iya devo"

devo melajukan mobilnya menuju apartemennya. tidak butuh waktu yang banyak mereka telah berada di apartemen devo.

"ha-hatcim... ugh..."

"sebaiknya kamu ganti bajumu dulu,"

"tapi aku tidak membawa ... ha-hatcim ... baju ganti,"

"ini pakai kaos ku dulu dan celana pendek punya adikku"

"kaosmu?"

"iya, darimana kamu makin tambah sakit. sudah kamu ganti bajumu dulu"

"iya devo bawel"

"aku mendengarnya melati,"

***

hari keenam

"tumben sekali melati tidak datang ke apartemenku, sudah 5 hari ia tidak memberiku kabar, sebaiknya aku menelponnya"

devo langsung mencari kontak melati lalu menelponnya

"halo?"

melati sakit? suaranya serak begitu. batin devo

"halo, melati? kamu tidak apa-apa kan?"

"aku demam devo, maap aku tidak menghubungi kamu selama lima hari ini"

"tapi sekarang sudah membaik?"

"masih sedikit pusing"

"yasudah, sebaiknya kamu istirahat saja, kalau begitu aku tutup ya nelponnya, cepat sembuh melati,"

"terima kasih devo,"

tut tut tut

***"seharusnya kamu ga usah datang ke sini devo ha-hatcim..."

"tidak apa-apa aku ke sini ingin mengejukmu"

"tapi kalo kamu ketularan gimana? kan ga lucu banget aku udah sembuh eh kamunya malah sakit"

"ya... jangan sampai, lagian juga fisik aku ini kuat,"

"kalau kuat mengapa kamu berteriak histeris saat kita bertemu?"

"hmm... itu bukan fisik, itu rohani aku sedang bermasalah, maksudnya perasaan aku sedang bermasalah jadinya aku histeris saat ketemu sama kamu,"

"kenapa?"

"karena... sudahlah lupakan sebaiknya kamu makan bubur ini nanti keburu dingin"

"jangan mengalihkan topik pembicaraan kita devo"

"sekarang bukan waktu yang tepat melati, aku janji saat waktu itu tiba aku akan bilang sejujurnya ke kamu, oke?"

"baiklah, aku pegang janji kamu itu,"

~all about us~

setelah enam bulan lamanya devo kembali seperti sedia kala, dia lebih ceria, dia lebih bersemangat, dan dia juga lebih terbuka. saat ini aku sedang berada di taman."melati, kamu masih ingat tidak?"

"ingat apa?"

"yang waktu kamu maksain aku buat keluar dari apartemen tapi akhirnya kita keujanan dan kamu malah jatuh sakit,"

"oh itu... iya aku mengingatnya, walaupun rencanaku untuk bersantai di bawah pohon waktu itu gagal karena hujan,"

"memangnya apa rencana kamu?"

"bersantai"

"bersantai?"

"iya, dengan kita bersantai, kita bisa melupakan beban masalah yang ada di dalam hidup kita,"

"tetapi mengapa kamu lebih memilih taman sebagai tempat bersantai?"

"karena di taman ini kita bisa menghirup udara segar, kita juga bisa melihat burung-burung yang sedang beterbangan, dan kita juga bisa melihat anak-anak kecil yang sedang bermain di sana,"

"ngomong-ngomong soal anak kecil, kamu mau punya anak berapa?"

seketika pipi melati langsung memerah,"hahaha... pipi kamu merah kayak tomat hahaha,"

"ish... devo mah nyebelin,"

"hahaha... habisnya kamu lucu banget, eh iya aku mau cerita,"

"cerita apa?"

"jadi waktu kita ketemu kenapa aku histeris ngeliat kamu, aku keinget mantan aku yang pergi meninggalkan aku untuk selamanya, aku sayang banget sama dia tapi tuhan lebih sayang sama dia makanya dia mengambilnya dari aku, yang membuat aku jatuh kembali pada saat itu, tuhan ngambil dia dari aku tapi tuhan memberikan yang lebih untukku, ya yaitu kamu, kamu yang membuat aku melawan rasa takut itu, kamu yang memberi aku semangat untuk terus maju kedepan, melati... aku tau ini sangat cepat tapi maukah kamu menjadi pacarku ?"

"yaa... aku mau,"

"terima kasih melati, terima kasih telah membuat hidupku kembali, terima kasih karena kamu telah memberi semangat untukku melati"

***

 halo , dini back 

kali ini aku datang dengan cerita tentang kartini, btw maaf kalau ga nyambung sama temanya.

thank you so much buat wicksn dan kak raka karena telah membantu aku buat bikin cerita ini, wicksn makasih karena cerita hangat mu jadi patokan buat ku il.

oke, mungkin segitu aja. Jangan lupa vote and comment nya

see you!


Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com