Chapter 5 : Appearance
"BOOM!!!!"
Terdengar suara ledakan yang dahsyat dari arah Clock tower yang berada di dekat Kiryuu.
"Psssshhhhh...."
Asap hitam mengelilingi clock tower tersebut. Semua pejalan kaki lari untuk menyelamatkan dirinya dari puing-puing yang terhempas dari clock tower. Kiryuu yang merasa janggal akan kejadian ini segera berlari ke arah lokasi ledakan tersebut.
("Ledakan apa itu sebenarnya?")
Sesampai di depan clock tower, Kiryuu mengarahkan pandangannya ke atas clock tower di mana jam besar itu sudah berlubang karena ledakan yang baru saja terjadi.
Di atas sana, di ujung atap clock tower, terlihat seorang wanita sedang berdiri di ujung tiang penangkal petir. Tak terlihat dengan jelas, Kiryuu menduga bahwa wanita itu adalah penyebab dari ledakan di clock tower tersebut
"Aah~ Suasana ini... Suasana kehancuran".
Tersenyum lebar dengan bibir merah menggodanya, ia merentangkan tangannya, mencoba untuk menikmati atmosfer dari ledakan yang ia ciptakan.
"Oh, ayolah Beast! Bukan hanya kau yang menyukai atmosfer ini".
Masih dikelilingi oleh kabut hitam ledakan, seorang gadis dengan rambut berwarna coklat tua dengan hiasan gelombang terikat dua sedang duduk di tepi balkon clock tower.
("Tch! Aku tak bisa melihat dengan jelas karena asap hitam yang mengelilingi ujung clock tower tersebut").
Kiryuu menyipitkan matanya mencoba untuk melihat tembus dari asap yang mengepung clock tower. Berjaga-jaga, kiryuu memunculkan pedangnya layaknya sihir.
"Haruskah kita mulai?"

Wanita itu melompat ke udara dengan ketinggian 400 kaki dari permukaan tanah melesat dengan cepat ke arah Kiryuu membuat asap disekitarnya menyingkir.
"?!!!"
"Baiklah sayang, ayo kita mulai".
Masih di udara, wanita itu mengadahkan tangan dan memunculkan ring raksasa seperti hola-hop di tangannya. Dengan seringai di wajahnya yang cantik, ia menghantam tanah dengan kerasnya.
"BLDAAAAR!!!!!"
"?!!!!"
Kiryuu menghindari wanita itu yang sejak dari tadi mengincar lokasi Kiryuu. Wanita itu jatuh dengan kerasnya yang membuat tanah di sekitarnya retak.
"Psssshhhh...."
"... "
Dibalik debu tanah yang berterbangan, terlihat siluet wanita itu berdiri tegap tanda ia baik-baik saja setelah melompat dari clock tower dengan ketinggian 400 kaki itu.
"Fyuuuh! Pendaratan yang mulus, bukan begitu?"
Wanita itu memutar-mutar dan memainkan ring raksasa yang ada di tangannya. Kiryuu terdiam mengamati penampilan dari wanita itu.

Wanita itu berambut tajam berwarna merah sepunggung, proporsi badannya yang langsing dan ideal, memakai robe panjang dengan telanjang bahu dan memiliki belahan di kaki sebelah kirinya. Tak lupa dengan bibir merah seksinya di lengkapi mata berwarna merah terangnya, menari-nari diiringi tawa gelinya.
"Halo Lord! Salam kenal~ kau ganteng juga ya!"
Menatap wajah Kiryuu, wanita itu tersenyum dan mengedipkan matanya dengan genit.
"... Siapa kau?"
Dengan tenang, Kiryuu mencoba menanyakan asal-usul dari wanita tersebut. Wanita tersebut memejamkan matanya, berpura-pura untuk berpikir.
"Hmm~ Bisa dibilang..."
"SRAAAAATSS!!!!"
"!!!!"
Tanpa peringatan, tanpa basa-basi, wanita itu mengayunkan ring nya yang bukan seperti hola-hop biasa, tetapi tajam seperti blade di bagian luarnya.
"Set!"
Menghindari serangan tiba-tibanya itu, Kiryuu tak dapat menghindar dari sabetan ring nya itu.
"Tes..."
Setetes darah jatuh dari pipi Kiryuu yang terkena serangan dari ring wanita tersebut. Kiryuu menatap wanita itu tajam-tajam. Wanita itu hanya tersenyum dan menyentuh bibir bagaikan mawarnya tersebut menggunakan jari telunjuknya.
"Aku adalah dewa kematianmu <3".
"PSYUUUU...!!!".
"!!!!???".
Belum sempat menghapus darah yang keluar dari pipinya, ia sudah dikagetkan dengan suara peluru kedap suara. Walau mendengar samar-samar, sekali terkena peluru itu akan memperlambat pergerakkan Kiryuu, dan apabila peluru itu mengenai organ vital, kemungkinan ia bisa dilumpuhkan bisa terjadi.
"PSYUUUU!!!! PSYUUUUU!!!!"
Menghindari satu per satu dari peluru tersebut, ia melompat dengan waktu yang sesingkat-singkatnya agar tak membuat kesalahan.
"Srrrssshhhhhh...."
Kiryuu memutar balikkan lompatannya menggunakan tangannya yang ia gesekkan ke tanah. Kiryuu mencari asal dari suara dan peluru-peluru tersebut. Dan di atas sana, ia menemukannya.
Tersingkir oleh asap hitam, di ujung balkon clock tower yang sudah jebol. Gadis berambut coklat ikat dua itu memegang sniper dan dalam keadaan sedang membidik Kiryuu.
"PSYUUUU!!! PSYUUU!!!"
Melompat salto ke belakang, menghindari bidikkan sang gadis berambut coklat itu, Kiryuu bersembunyi di balik puing-puing yang berserakan dari ledakan yang terjadi di clock tower beberapa menit yang lalu.
"Wew, kerja yang bagus Elissa!"
Wanita itu melambaikan tangannya ke arah temannya yang bernama Elissa tersebut. Gadis bernama Elissa itu pun ikut melambaikan tangannya dari kejauhan.
"Nah, mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya, sayang".
Wanita itu lagi-lagi memainkan dan memutar-mutar ring raksasa nya itu. Kiryuu menghapus darah yang ada di pipi nya dan mengambil pedangnya yang terjatuh kembali. Dalam diam, ia menghunuskan pedangnya ke arah wanita itu.
"Wow! Aku suka semangatmu itu! Sayang sekali kau harus mati, Lord".
Wanita itu berlari melesat dengan cepat ke arah Kiryuu. Begitu juga Kiryuu yang sudah mulai lelah akan semua ini, ia pun mengikuti gerak-gerik wanita tersebut.
"Tap! Tap! Tap! Tap!"
"TRIIING!!!".

Pedang Kiryuu bersamaan dengan ring wanita itu, saling menahan kekuatan satu sama lain.
"Ssssrrshhhh..."
Bunyi dari gesekkan kedua senjata itu menandakan bahwa ada pertentangan kekuatan dari kedua belah pihak yang menandakan bahwa kekuatan mereka sama besarnya.
"DASHH!!!"
Tubuh mereka berdua sama-sama terhempas jauh dikarenakan kekuatan mereka yang sama besarnya.
"PSYUUU!!!!"
Melupakan persoalan sang sniper, lagi-lagi Kiryuu setengah mati bersusah payah menghindari tiap-tiap peluru dengan secepat mungkin.
"SRIIING!!!"
Meninggalkan tiada celah untuk Kiryuu, selagi menghindar, Kiryuu di kejutkan dan didesak oleh ayunan ring wanita itu yang sangat agresif, mengikuti setiap arah hindar Kiryuu.
Menghindari kedua orang yang mempunyai kecepatan yang luar biasa tentu merupakan hal yang membuat Kiryuu mendapat waktu yang sulit. Kiryuu pun terengah-engah menghadapi mereka berdua.
"T-Tch--!"
Lelah akan didesak, Kiryuu mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga hingga wanita itu terhempas jauh dari jarak serangnya.
"TRIIINGGG!!!"
Memastikan ia menyingkirkan wanita itu, ia segera mengambil tindakan cepat dalam celah yang ia buat sendiri dengan susah payah.
"Tap! Tap! Tap! Tap!"
Ia melesat mengambil arah mundur untuk menghindari bidikan dari senapan gadis sniper tersebut.
("Ini sulit... Satu orang jarak dekat, dan yang lainnya jarak jauh... Itupun dengan kecepatan serang yang sama. Bagaimana pun caranya, aku harus melumpuhkan sang sniper terlebih dahulu").
Memalingkan pandangannya. Mengamati gerak-gerik sang sniper dari kejauhan, ia terfokus pandangan ke arah sang sniper hingga ia menyadari ada sesuatu yang hilang.
"Huh?".
Sekejap, Kiryuu sadar bahwa ia kehilangan jejak wanita berambut merah yang ia hadapi beberapa waktu yang lalu. Ia ingat bahwa setelah wanita itu terhempas, wanita itu jatuh ke tanah, setelah itu... Ia tak ingat lagi. Mencari ke segala arah, ia tetap tak menemukan wanita tersebut.
"Kemana di--".
"!!!!"
Memutus pembicaraannya sendiri, ia seketika menyadari keberadaan wanita yang sejak dari tadi ia cari-cari. Wanita itu menyeringai tepat di belakang Kiryuu dengan ring yang telah siap untuk menebas apa pun yang ada di hadapannya.
"Miss me, darling?"
---
Next chapter : The end of the introduction
...
*Pojok Author*
-Silahkan di baca, kalau tidak minat, tidak apa-apa karena tak terlalu penting-
Hai, hai! Shion Yuu di sini...
Kayaknya cerita ini banyak pojok authornya ya °3°" (maafin Yuu ya). Akhir-akhir ini Yuu dapat masalah dan yuu merasa bahwa ada yang kurang dari karya Yuu... (sering juga stuck di bagian cerita dan Yuu harus menguras otak secara paksa yang menghasilkan ketidak puasan di karya Yuu ini). Jika diperkenankan, Yuu ingin komentar dan saran kalian mengenai cerita ini~
Untuk informasi, Yuu akan menambahkan gambar di chapter-chapter yang sebelumnya, jadi jika penasaran, silahkan lihat-lihat lagi chapter sebelumnya (maaf atas ketidak nyamanannya) jadi, next update, Yuu akan hanya menambahkan gambar-gambar tambahan (bukan update cerita).
Thanks untuk yang sudah setia baca sampe chapter 5 ini ^^ salam dari Yuu.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com