chapter 11
Pagi hari yang cerah setelah insiden Li Lun hampir terluka tadi malam dirinya sekarang malah anteng duduk di atas pohon bunga persik.
Dirinya sangat sukses cosplay menjadi monyet jadi jadian. Padahal kan ada siluman monyet asli ralat maksudnya kera putih yang sekarang sedang panik mencari Li Lun kemana-mana.
Siluman pohon pagoda yang sukses membuat Zhao Yuanzhao atau Zhu Yan pusing itu malah duduk manis sambil mengunyah buah persik.
Setelah semalam diselamatkan oleh Zhu Yan serta Zhuo Yichen Li Lun dibawa ke rumah rahasia Zhu Yan. Tapi yang membuat Li Lun menghindar dari kedua orang itu bukan masalah ia dibawa ke sini.
Alasannya karena Zhu Yan maupun Zhuo Yichen sama sekali tidak ingat dengan apa yang mereka lakukan padanya.
Akhirnya hal itu membuat Li Lun kesal setengah mati. Hey bukan salahnya kesal karena waktu itu Li Lun hampir trauma karena melihat Zhu Yan dan Zhuo Yichen dalam mode siluman.
Apalagi Keduanya terlihat sangat berbeda sekali. Dan setelah semua itu malah mereka berdua tidak ingat apa yang terjadi siapa yang tidak kesal.
Mengingat hal itu membuat Li Lun mendengus kesal. Dirinya menggigit buah persik nya secara bruntal hingga membuat air dari buah itu menetes ke hanfu putihnya.
" Benar-benar keterlaluan bagaimana bisa Zhu Yan dan Yichen tidak ingat sih" gerutu Li Lun.
Dirinya tidak memperdulikan panggilan dari Zhao Yuanzhao dan juga Yichen yang masih panik mencarinya.
" Tunggu dulu kenapa aku belum bertemu dengan siluman boneka itu ya" gumam Li Lun pelan.
Benar sekali Li Lun belum bertemu dengan Cheng Huang siluman rubah yang memiliki kemampuan untuk membuat boneka.
Orang itu jugalah yang mengendalikan Pei Si Heng dulu. Sebelum diselamatkan oleh Zhao Yuanzhao dan yang lainnya.
" Seharusnya Cheng Huang sudah muncul tapi kenapa sekarang belum" gumam Li Lun bingung.
Tiba-tiba senyuman manis terpatri di bibirnya. Ketika sebuah ide terlintas di pikirannya. Dirinya kemudian meloncat turun dari pohon dengan mulus.
Li Lun kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah rumah dimana Zhao Yuanzhao dan Zhuo Yichen masih pusing mencarinya.
Dirinya berhenti sejenak di teras dan menarik nafas dalam-dalam bersiap untuk berteriak keras.
" ZHU YAN!!!!! , ZHUO YICHEN!!!!!" Teriak Li Lun kencang.
Hingga membuat burung-burung langsung berterbangan panik karena suara Li Lun yang menggelegar melebihi suara petir di saat hujan.
Begitupun dengan Zhao Yuanzhao dan Zhuo Yichen yang spontan terjatuh karena mendengar teriakan Li Lun yang keras sekali.
" Astaga A Li ingin membuat ku terkena serangan jantung" gerutu Zhao Yuanzhao mencoba berdiri setelah tersungkur karena terkejut mendengar suara Li Lun.
" Bukan kau saja yang terkena serangan jantung Zhao Yuanzhao" kesal Zhuo Yichen yang juga mencoba untuk berdiri.
Baru saja mereka ingin melangkah suara Li Lun kembali terdengar kencang. Yang sukses membuat mereka panik dan berlari ke arah depan.
" JIKA KALIAN TIDAK DATANG DALAM 3 MENIT , AKU PERGI SENDIRI" Teriak Li Lun lagi.
Pemuda cantik itu akhirnya menghela nafas panjang setelah berteriak begitu kencangnya. Ia melihat jika Zhao Yuanzhao dan Zhuo Yichen berlari ke arah nya.
" Astaga A Li , kenapa teriak kencang sekali? Memangnya tenggorokan mu tidak sakit hah?" Ucap Zhao Yuanzhao setelah sampai di hadapan Li Lun.
"Sakit sih !! Tapi lebih sakit karena tidak mendengar panggilan ku" kesal Li Lun dengan bibir mengerucut.
Pipinya sudah mengembung seperti bakpao dengan tangan nya bersedekap dada ,tapi sayang nya buka terlihat garang malah seperti kucing lagi ngamuk.
" Tidak mendengar apanya , suaramu hampir membuat gendang telinga ku rusak Lun er" batin Zhuo Yichen pasrah.
" Huft seharusnya aku yang marah. Tapi melihat nya begini aku yang jadi gemas" batin Zhao Yuanzhao nelangsa.
" Kenapa wajah kalian begitu hah? Kalian marah padaku? Kalau marah ya aku udah biar aku pergi sendiri " ujar Li Lun menggebu-gebu.
Zhao Yuanzhao dan Zhuo Yichen panik setengah mati. Kemarin aja mereka pusing karena Li Lun menghilang masa sekarang dibiarin pergi sendiri lagi.
" Baiklah A Li sekarang kau mau bagaimana. Hemmm mau pergi kemana memangnya " tanya Zhao Yuanzhao lembut mencoba membujuk Li Lun agar tidak tantrum lagi.
" Ayo kembali ke Biro Pemburu Siluman. Aku ingin bertemu dengan Yun ge " ucap Li Lun semangat.
" Oke Kita kembali!! Tapi kau harus berjanji tidak akan melakukan apapun yang membuat mu dalam bahaya Lun er " Zhuo Yichen menatap tajam ke arah manik indah Li Lun.
" Oke "ujar Li Lun tersenyum manis.
Sayangnya senyuman itu berarti Li Lun akan melakukan sesuatu yang berbahaya atau mungkin hal yang akan membuat yang lainnya kembali mengelus dada sabar.
*******.
Sedangkan di Biro Pemburu Siluman saat ini Ye Dingzhi atau Ye Yun sedang pusing tujuh keliling karena Baili Dongjun orang yang ia sayangi tidak mau melepaskannya.
" Dongjun ayolah Gege hanya ingin mencari A Li " ujar Ye Dingzhi memelas.
Sayangnya itu tidak mempan pada Baili Dongjun yang sudah trauma karena Yun ge nya kemari menghilang begitu saja.
Mana kemarin mereka semua pusing sendiri hingga mencari kemana-mana. Masa baru bertemu kembali Dongjun harus merelakan Yun ge nya pergi lagi sih.
" Tidak Yun ge, titik!!! Aku tidak mengijinkan mu untuk pergi lagi. Dan juga Li Lun gege pasti baik-baik saja sekarang" balas Dongjun keras kepala.
Pemuda manis itu semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Ye Dingzhi. Sedangkan Ye Dingzhi hanya bisa pasrah karena ia tahu lebih baik tidak membuat Dongjun semakin kesal.
Sedangkan di sisi lain ada Pei Si Heng dan Ran Yi yange memperhatikan mereka berdua sambil menahan tawa karena melihat wajah tertekan Ye Dingzhi.
"Hahahahha. Ye Dingzhi seperti tikus yang dipegang oleh kucing kelaparan" celetuk Ran Yi terkikik geli.
Sedangkan Pei Si Heng menggelengkan kepalanya sembari tertawa pelan. Masalah nya wajah Ye Dingzhi yang memelas dan wajah Dongjun yang seperti seekor kucing yang takut kehilangan makanan nya sangat cocok di tertawakan .
" Harus aku akui ini sangat menghibur. Eh tapi kapa Li Lun gege pulang ya Ran Yi?" Tanya Pei Si Heng pada siluman ikan di samping nya.
" Aku tidak tahu kata Dewi Bai Ze mungkin hari ini Li Lun akan pulang" jawab Ran Yi.
Pei Si Heng mengangguk paham ia kembali mengalihkan pandangannya pada Ying Lei dan Bai Jiu yang baru datang membawa kue.
Baru saja ingin menaruh kue di meja tiba-tiba terdengar teriakan yang sukses membuat mereka semua terkejut dan terjungkal.
" YUN GE AKU PULANG" Teriak Li Lun menggelegar mengalahkan suara petir di saat hujan badai..
Ye Dingzhi yang mendengar teriakan itu spontan melepaskan tangan Dongjun begitu saja hingga pemuda manis itu terjengkang ke belakang karena Ye Dingzhi langsung berlari ke arah pintu depan.
Sedangkan Dongjun menggerutu kesal karena Ye Dingzhi melemparkan nya begitu saja. Sakit lho pinggang Dongjun.
" Yun ge , " geram Dongjun kesal
TBC...
Hay guys ada yang masih ingat cerita ini nggak?????.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com