Prolog
Namaku Anne. Pekerjaanku sangatlah pekerjaan yang standar一pegawai di minimarket. Terkadang aku yang menata barang. Tetapi, biasanya aku menjaga kasir.
Aku memiliki dua hobi atau bisa dibilang kebiasaan. Pertama, aku suka memperhatikan barang belanjaan para pembeli. Kedua, aku suka membaca struk belanjaan pembeli. Dengan itu, aku bisa tahu apa yang sedang dialami oleh pembeli. Aku sering berbasa-basi dengan pembeli. Meski beberapa orang sensitif saat diajak bicara mengenai belanjaannya.
Hari ini seperti biasa. Aku mengisi shift malam di minimarket sebagai kasir.
Ah, ada pembeli yang datang; seorang gadis remaja. Sepertinya masih di bangku SMA.
"Selamat datang," sapaku.
Gadis itu hanya menatapku datar lalu mengambil keranjang belanja.
Setelah menunggu beberapa menit, gadis itu pun berjalan ke kasir. Ia mengangkat keranjang tersebut ke atas konter.
"Sirup? Wah... ada pesta ya? Hati-hati ya bawanya. Botolnya mudah pecah," ucapku lalu lanjut meng-scan barang belanjaannya.
"Peralatan makan, ya? Benar-benar ada pesta, nih!" lanjutku.
"Oke... gunting, tali tambang, pisau dapur...," gumamku sambil memasukkan barang tersebut ke plastik.
Aku menyebutkan nominal uang yang harus dibayar kepadanya. Ia pun segera memberikan selembar uang seratus ribu. Wajahnya masih sama seperti tadi一tanpa ekspresi.
Aku menyerahkan struk belanjaan dan uang kembalian kepadanya. "Terima kasih. Silahkan datang lagi."
Gadis itu pun berjalan keluar. Ini pertama kali aku bertemu dengan pembeli yang sangat pendiam. Ia bahkan mengabaikan seluruh ucapanku.
Aku pun membaca ulang struk belanjaan gadis tersebut di monitor.
Aku merasa ganjil.
====
05-01-2018
A/N: Bill yang dimaksud di cerita ini bukan tagihan yaa. Tapi struk belanja. Sipsip.
Ps. Cerita ini school life kok. Bukan tentang minimarket doang.
-ines
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com