Truyen2U.Net quay lại rồi đây! Các bạn truy cập Truyen2U.Com. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

BAB 2

Via sedang menyenderkan punggungnya di gerbang sekolah sambil memainkan permen lolipopnya.

"Via," teriak Nana. Orang yang di tunggu oleh Via.

Via menatap Nana dengan sedikit kesal. Nana yang mengerti tatapan yang di tunjuki oleh Via melangkah cepat menuju gerbang.

"kenapa lama?". Tanya Via.

"Tadi mobil ku mogok, jadi aku jalan kaki dari bengkel sampai sini," ucap Nana, berusaha menjelaskan kepada Via.

"Oh," ucap Via singkat.

Nana yang mendengar jawaban Via yang seperti tidak peduli sedikit kesal.

"Hanya 'oh'? ". Tanya Nana.

"hn," jawab Via.

Nana yang mendengar lagi kata yang bahkan tidak bisa di terjemahkan oleh Google pun menghela napas. Walaupun Nana selalu mendengar kata tersebut setiap hari tetapi sampai sekarang dia belum mendapatkan jawabannya. Ingin bertanya pun percuma, ujung-ujungnya pasti di jawab 'Hn' lagi oleh Via.

Via dan Nana pun berjalan menuju ke kelas tanpa mengatakan apapun lagi.

Sesampainya di depan kelas Via dan Nana berhenti sejenak. Via melirik ke tempat sampah dan langsung membuang batang lolipop ke dalamnya, sedangkan Nana merapikan terlebih dahulu rambutnya yang sedikit acak-acakan karena berlari tadi.

Nana memasuki kelas terlebih dahulu dan di ikuti oleh Via di belakangnya. Dengan senyum menawan Nana menyapa teman-temannya di kelas, sedangkan Via melangkah maju tanpa melirik sedikitpun ke arah mereka.
.
.
.
Bel berbunyi bertanda istirahat, Via memasukkan semua bukunya ke dalam tas, lalu melirik ke arah Nana yang sudah menunggunya di ambang pintu.

Via dan Nana berjalan bersama-sama menuju kantin.

Sesampai di kantin Via mulai mencari tempat untuk ia duduki bersama Nana sedangkan Nana memesan makanan mereka.

Via lebih memilih tempat paling pojok dan sedikit jauh dengan keramaian, Via melambaikan tangannya pada Nana yang sedang mencarinya.

"kenapa milih di pojokan?." Tanya Nana.

"kenapa memangnya?." Tanya balik Via.

"nggak juga sih, tapi kan masih ada tempat yang kosong di depan sana," ucap Nana sambil menunjuk kursi yang paling depan.

"kalau kamu mau di sana Silahkan, aku tidak Maksa kamu untuk duduk di sini, kalau kamu lebih nyaman dengan keramaian kamu bisa duduk di sana, aku tidak melarang mu."

"aku lebih suka suasana tenang kok di banding dengan suasana berisik, jadi aku duduk di sini saja dengan kamu." ucap Nana dan langsung ia duduki kursi kosong di depan Via.

"hm." Jawab Via singkat.

Nana menoleh ke kanan, memastikan bahwa pesanannya belum sampai, lalu menoleh lagi ke arah Via. Nana ingin sekali bertanya pada Via tapi entah kenapa ia takut jika akan menyinggung hati Via nantinya.

Nana memainkan jarinya lalu menggigitnya, kebiasaan Nana jika ingin sesuatu atau penasaran akan suatu hal.

Via yang melihatnya tak lagi heran dengan kebiasaan buruk Nana yang suka menggigit jari.

"Hah, jika kamu ingin bertanya, Silahkan aku akan menjawabnya."

Nana terdiam sesaat, dan baru menyadari jika sedari tadi ia sedang menggigit jarinya sendiri.

"aku ingin bertanya? Tentang apa?." ucap Nana seakan tidak mengerti alur pembicaraan.

"kamu hanya memiliki satu kesempatan untuk bertanya, jika kamu menyia-nyiakan kesempatan ini, maka selanjutnya kamu tidak bisa lagi bertanya pada ku."

"iya iya, ya ampun gitu aja marah", ucap Nana sambil membenarkan duduknya. "gini, aku mau tanya, lima bulan yang lalu kamu kemana? Kok nggak ada di rumah sih? Orang tua angkat mu bilang, kamu sedang berlibur dengan si Amelia, itu benar kan?"

Via yang mendengar kata 'berlibur' cukup terkejut lalu ia menyembunyikan dengan cepat keterjutanya tersebut dengan tersenyum. Senyuman yang begitu miris.

'bagus juga alasan mereka, menyembunyikan fakta yang sebenarnya, hah?! Berlibur dengan Amelia? Itu tidak akan pernah terjadi.' gumam Via dalam hati.

"iya, aku pergi berlibur dengan Amelia lima bulan yang lalu." jawab Via.

"yang benar? Kamu nggak bohongkan?" tanya Nana sekali lagi.

"emangnya aku pernah bohong sama kamu?" tanya Via balik.

Nana tersenyum lima jari. "nggak pernah". Jawab Nana dengan cepat.

Via tersenyum dengan lembut ke arah Nana, dia berjanji akan melindungi sahabat satu-satunya ini dengan segala cara.

'Nana, maafkan aku, mungkin dari sekarang sampai nanti aku mungkin akan sering berbohong pada mu.'

Setelah beberapa menit kemudian pesanan mereka pun sampai di meja mereka.
.
.
.
Sepulang sekolah Via dan Nana berjalan bersama menuju gerbang. Dengan riangnya Nana bersiul sambil melompat ke sana ke mari dengan gembiranya, sedangkan Via berjalan santai sambil memakan lolipop kesukaannya.

Di depan gerbang Nana telah di jemput oleh Khey, kekasihnya. Nana yang melihat Khey di depan gerbang langsung berlari dan memeluknya dengan erat. Via yang melihatnya sedikit iri, andai saja dia juga mempunyai seseorang yang peduli padanya, seperti Khey peduli dengan Nana. Tapi itu hanya sebuah mimpi belaka yang mustahil terjadi padanya.

Via melihat dua sejoli di depannya dengan datar, lalu mengalihkan tatapannya ke arah barat, di sana lagi ia melihat bagaimana Amelia di perlakukan dengan lembut dan hangat oleh Leo dan juga pacarnya. Membuat hati Via semakin iri.

Via menutup matanya dan menghembuskan napasnya dengan berat, lalu dia berpamitan kepada Nana dan Khey yang masih berpelukan.

Pemandangan tadi membuatnya sangat risih dan membuat hatinya iri. Perasaan yang sangat mengganggu bagi Via.


















Maaf ya kalau banyak typo :)

Tbc..





Bạn đang đọc truyện trên: Truyen2U.Com